We will never know the real answer before we try

Transformational experiences backed by world experts in neuroscience, mindfulness and emotional intelligence - Lawemas.Com.

Your life is as good as your mindset

GSometimes life doesn't give you what you want, not because you don't deserve it, but because you deserve so much more.

The best view comes after the hardest climb

Life is a journey to be experienced, not a problem to be solved." - Winnie The Pooh.

Do something today that your future self will thank you for." - Sean Patrick Flanery

Your life isn't your's If you always care what others think.

If you're brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello." - Paulo Ceolho

Never regret a day in your life; good days give happiness, bad days give experiences, worst day give lessons, and best day give memories.

Friday, November 20, 2020

Metode Penelitian



Agus Supriyadi (Unkhair)

Bagian ini akan membahas singkat mengenai metode penelitian. Mahasiswa sering mengalai kesultan saat prakek dan menerapkankan secara langsung. Sehingga, artikel ini akan memberikan bekal selangkah demi selangkap tahpan yang harus dilakukan. Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas apa itu metode penelitian sosial dan syarat-syaratnya. Dalam hal ini terkait apa saja yang harus dipenuhi sebelum melakukan penelitian. Kali ini, kita akan beralih pada jenis metode penelitian.
Secara umum, metodologi penelitian bersandar kepada tiga aspek, yaitu 1) pendekatan penelitian yang diadopsi sebagai desain penelitian, 2) pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data atau teknik analisis data, dan 3) proses analisis data.
Dengan demikian, dengan berdasarkan pada tiga pandangan tersebut, kita dapat mengklasifikasikan metode penelitian menjadi dua bagian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian Kuantitatif
Sesuai dengan namanya, jenis metode penelitian ini menerjemahkan data menjadi angka untuk menganalisis hasil temuannya. Penelitian kuantitatif dapat bersifat deskriptif, korelasi, dan asosiatif berdasarkan hubungan antarvariabelnya. Penelitian kuantitatif deskriptif biasanya hanya mengukur tingkat suatu variabel pada populasi atau sampel, sementara korelasi dan asosiatif melihat hubungan antara dua variabel atau lebih. Jika kuantitatif korelasi hanya menunjukkan hubungan, asosiatif berusaha mencari hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel terkait.
Dalam penelitian kuantitatif, terdapat metode eksperimental dan survei. Metode penelitian eksperimental digunakan jika peneliti ingin mengetahui hasil atau evaluasi dari perlakuan tertentu terhadap kelompok masyarakat. Riset eksperimental biasanya melibatkan dua grup: satu grup mendapat perlakuan atau treatment, sementara grup lainnya tidak mendapat perlakuan. Jika dampak yang diterima kedua grup cenderung sama, artinya perlakuan dinilai tidak efektif. Tapi jika hasilnya berbeda secara signifikan, artinya treatment tersebut efektif.
Metode penelitian kuantitatif yang berikutnya adalah survei. Survei dilakukan ketika peneliti ingin mengetahui tren, perilaku, atau pendapat dari populasi dengan mengkaji sampel dari populasi target. Data diperoleh lewat penyebaran kuesioner yang diisi oleh responden atau wawancara terstruktur. Hasilnya kemudian diolah dan digeneralisasi terhadap populasi target.
Penelitian Kualitatif
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, jenis metode penelitian ini tidak bermain dengan angka. Cakupan penelitian kualitatif juga lebih kecil dibandingkan kuantitatif, tapi dilakukan secara mendalam. Penelitian kualitatif dapat dilakukan menggunakan metode naratif, fenomenologi, grounded, etnografi, dan studi kasus.
Penelitian naratif digunakan apabila peneliti ingin menjabarkan kehidupan individu atau kelompok yang diteliti. Hasil penelitian dijelaskan secara naratif dan kronologis. Tidak jarang, narasi hasil penelitian yang disampaikan oleh informan juga dikombinasikan dengan perspektif peneliti.
Penelitian fenomenologi dilakukan ketika peneliti ingin memahami suatu fenomena dari sudut pandang individu atau kelompok tertentu yang mengalaminya. Desain penelitian ini berkaitan erat dengan bidang ilmu filsafat dan psikologi, tapi sering juga digunakan dalam studi sosiologi. Data penelitian fenomenologi diperoleh lewat wawancara mendalam.
Penelitian grounded sering digunakan dalam riset ilmu sosiologi. Grounded menuntut peneliti untuk membuat deskripsi, teori mengenai proses, tindakan, atau interaksi yang murni dari partisipan. Ketika turun lapangan untuk mengumpulkan data, peneliti harus terlepas dari teori atau perspektif-perspektif lain. Proses riset grounded menggunakan beberapa tahap pengumpulan data dan strategi dalam mengategorikan informasi atau data yang diperoleh.
Jenis metode penelitian kualitatif selanjutnya adalah etnografi. Penelitian etnografi digunakan ketika peneliti ingin mendalami pola perilaku, bahasa, dan tindakan sosial suatu kelompok atau komunitas tertentu di lingkungan yang natural dalam periode waktu tertentu. Teknik pengumpulan data dalam jenis penelitian ini biasanya melibatkan observasi partisipatoris dan wawancara mendalam.
Terakhir adalah metode studi kasus. Jenis penelitian ini diterapkan untuk menyelidiki dan menganalisis suatu kasus secara mendalam dan dari berbagai perspektif. Kasus yang diteliti biasanya berupa peristiwa, aktivitas, program, atau proses yang melibatkan individu atau kelompok. Suatu kasus biasanya terjadi dalam konteks yang spesifik, yaitu pada waktu dan tempat tertentu. Sehingga, proses pengumpulan data studi kasus juga dilakukan dalam periode waktu yang ditentukan.

https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/jenis-metode-penelitian-2566/