Agus Supriyadi (Unkhair)
Bagian
ini akan membahas singkat mengenai metode penelitian. Mahasiswa sering mengalai
kesultan saat prakek dan menerapkankan secara langsung. Sehingga, artikel ini
akan memberikan bekal selangkah demi selangkap tahpan yang harus dilakukan.
Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas apa itu metode penelitian sosial
dan syarat-syaratnya. Dalam hal ini terkait apa saja yang harus dipenuhi
sebelum melakukan penelitian. Kali ini, kita akan beralih pada jenis metode
penelitian.
Secara umum, metodologi
penelitian bersandar kepada tiga aspek, yaitu 1) pendekatan penelitian yang
diadopsi sebagai desain penelitian, 2) pendekatan yang digunakan untuk
mengumpulkan data atau teknik analisis data, dan 3) proses analisis data.
Dengan demikian, dengan berdasarkan pada tiga pandangan tersebut, kita dapat mengklasifikasikan metode penelitian menjadi dua bagian, yaitu
penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian Kuantitatif
Sesuai dengan namanya,
jenis metode penelitian ini menerjemahkan data menjadi angka untuk menganalisis
hasil temuannya. Penelitian kuantitatif dapat bersifat deskriptif, korelasi,
dan asosiatif berdasarkan hubungan antarvariabelnya. Penelitian kuantitatif
deskriptif biasanya hanya mengukur tingkat suatu variabel pada populasi atau
sampel, sementara korelasi dan asosiatif melihat hubungan antara dua variabel
atau lebih. Jika kuantitatif korelasi hanya menunjukkan hubungan, asosiatif
berusaha mencari hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel terkait.
Dalam penelitian
kuantitatif, terdapat metode eksperimental dan survei. Metode penelitian
eksperimental digunakan jika peneliti ingin mengetahui hasil atau evaluasi dari
perlakuan tertentu terhadap kelompok masyarakat. Riset eksperimental biasanya
melibatkan dua grup: satu grup mendapat perlakuan atau treatment,
sementara grup lainnya tidak mendapat perlakuan. Jika dampak yang diterima
kedua grup cenderung sama, artinya perlakuan dinilai tidak efektif. Tapi jika
hasilnya berbeda secara signifikan, artinya treatment tersebut
efektif.
Metode penelitian
kuantitatif yang berikutnya adalah survei. Survei dilakukan ketika peneliti ingin
mengetahui tren, perilaku, atau pendapat dari populasi dengan mengkaji sampel
dari populasi target. Data diperoleh lewat penyebaran kuesioner yang diisi oleh
responden atau wawancara terstruktur. Hasilnya kemudian diolah dan
digeneralisasi terhadap populasi target.
Penelitian Kualitatif
Berbeda dengan penelitian
kuantitatif, jenis metode penelitian ini tidak bermain dengan angka. Cakupan
penelitian kualitatif juga lebih kecil dibandingkan kuantitatif, tapi dilakukan
secara mendalam. Penelitian kualitatif dapat dilakukan menggunakan metode
naratif, fenomenologi, grounded, etnografi, dan studi kasus.
Penelitian naratif
digunakan apabila peneliti ingin menjabarkan kehidupan individu atau kelompok
yang diteliti. Hasil penelitian dijelaskan secara naratif dan kronologis. Tidak
jarang, narasi hasil penelitian yang disampaikan oleh informan juga
dikombinasikan dengan perspektif peneliti.
Penelitian fenomenologi
dilakukan ketika peneliti ingin memahami suatu fenomena dari sudut pandang
individu atau kelompok tertentu yang mengalaminya. Desain penelitian ini
berkaitan erat dengan bidang ilmu filsafat dan psikologi, tapi sering juga
digunakan dalam studi sosiologi. Data penelitian fenomenologi diperoleh lewat
wawancara mendalam.
Penelitian grounded sering
digunakan dalam riset ilmu sosiologi. Grounded menuntut
peneliti untuk membuat deskripsi, teori mengenai proses, tindakan, atau
interaksi yang murni dari partisipan. Ketika turun lapangan untuk mengumpulkan
data, peneliti harus terlepas dari teori atau perspektif-perspektif lain.
Proses riset grounded menggunakan beberapa tahap pengumpulan
data dan strategi dalam mengategorikan informasi atau data yang diperoleh.
Jenis metode penelitian
kualitatif selanjutnya adalah etnografi. Penelitian etnografi digunakan ketika peneliti
ingin mendalami pola perilaku, bahasa, dan tindakan sosial suatu kelompok atau
komunitas tertentu di lingkungan yang natural dalam periode waktu tertentu.
Teknik pengumpulan data dalam jenis penelitian ini biasanya melibatkan
observasi partisipatoris dan wawancara mendalam.
Terakhir adalah metode
studi kasus. Jenis penelitian ini diterapkan untuk menyelidiki dan menganalisis
suatu kasus secara mendalam dan dari berbagai perspektif. Kasus yang diteliti
biasanya berupa peristiwa, aktivitas, program, atau proses yang melibatkan
individu atau kelompok. Suatu kasus biasanya terjadi dalam konteks yang
spesifik, yaitu pada waktu dan tempat tertentu. Sehingga, proses pengumpulan
data studi kasus juga dilakukan dalam periode waktu yang ditentukan.







0 comments:
Post a Comment